Burung merupakan salah satu mahkluk hidup yang
memiliki kemampuan untuk terbang,
kemampuan ini sangatlah berguna bagi burung untuk menghindari dari bahaya
predator, mengintai mangsa, dan untuk melakukan perjalanan yang sangat jauh,
dengan kemampuan yang luar biasa tersebut pasti terdapat beberapa hal yang ada
dalam tubuh burung yang membuatnya mampu
terbang,
1.
Struktur bulu dari burung

Bulu pada burung memiliki
struktur yang ringan. Sifat ringan ini dikarenakan bulu burung sangatlah tipis,
meski demikian tetaplah kuat karena percabangan utama burung dan hampir dari
seluruhnya terbuat dari keratin yang hampir sama dengan kuku jari kita. Struktur
bulu pada burung sangatlah unik dan luar biasa, sekilas jika kita amati dengan
pengelihatan normal bulu-bulu tersebut hanya memiliki satu cabang utama, namun
jika dilihat dengan menggunakan mikroskop kita dapat melihat struktur yang
lebih detail lagi.
Pada bulu burung terdapat batang utama(Rachis), dan dari
batang utama tersebut terdapat percabagan ke dua yang disebut barb dan dari
barb ini terdapat percabangan yang lebih kecil lagi yang disebut dengan
barbule. Pada ujung barbule ini terdapat pengait-pengait (hooklet) yang berfungsi
sebagai pengatur perenggangan yang terjadi pada bulu tersebut, dengan adanya
hooklet ini sifat perenggangan antar bulu menjadi sangat kecil, sehingga bulu
pada burung memiliki struktur yang agak kompak sehingga ketika digunakan untuk
terbang bulu ini memiliki kekuatan untuk menahan tekanan udara yang ditimbulkan
saat terbang. Jadi karena struktur inilah alasan kenapa burung bisa terbang
dengan baik di udara.
2. Struktur tulang burung
Hampir pada seluruh jenis
unggas struktur tulang meraka hampir sama, namun pada burung struktur tulang
mereka adalah yang paling baik untuk terbang. Ketika kita melihat isi dalam struktur
tulang burung hampir selurung tulang tubuhnya berongga teutama pada bagian
sayap, karena hal inilah tulang-tulang pada burung memiliki berat yang sangat
ringan, bahkan sangking ringannya ada suatu jenis burung yang
ditimbang berat seluruh tulangnya masih
lebih ringan jika dibandingkan dengan seluruh
total bulu tubuhnya. Meski struktur tulang burung berongga, tulang pada burung tetap
memiliki kekuatan yang sangat baik. Hal itu dikarenakan pada rongga tulang terdapat
penyangga-penyangga yang bervariasi didalamnya. Rongga pada bagian tengah tulang ini juga akan dilewati udara yang
mengalir sehingga akan menambah gaya apung dan ringan dari burung ketika terbang.
3. Sistem pernafasan
Pada saat terbang burung
membutuhkan sumber energi yang besar. Itu dapat dilihat dari cara burung
melakukan berbagai manuver diudara dan aktivitas burung yang melakukan perjalanan yang sangat jauh.
Energi ini akan didapatkan oleh burung jika burung mendapatkan kadar oksigen yang
tinggi. Oksigen bisa didapatkan burung dengan melakukan aktivitas respirasi
atau bernafas.
Sistem pernafasan pada burung ini sangatlah unik karena
struktur organ pernafasan pada burung
mengalami modifikasi. Struktur pada paru-paru burung berbentuk
kantung-kantung. Dengan struktur ini burung dapat menampung banyak udara, Sehingga
burung dapat menghirup udara dalam jumlah yang besar dan dengan demikian
pasokkan oksigen yang didapat burung dapat terpenuhi.
Hal unik lainnya pada
pernapasan pada burung adalah pernafasan pada burung berjalan satu arah. Diamana setelah oksigen
yang digunakan untuk aktivitas respirasi akan diubah oleh tubuh menjadi karbon
dioksida yang tidak diperlukan tubuh. Dengan sistem ini maka tubuh akan selalu
mendapatkan pasokan oksigen yang bersih dan karbon dioksida tidak akan masuk
kembali ke tubuh, melainkan akan dikeluarkan dari tubuh melalui.
4. Gaya Terbang Burung yang Berbeda-beda.
Bentuk dan ukuran sayap pada
setiap jenis burung berbeda-beda. Ada yang ukurannya sangat besar dan ada juga
ukuran sayap burung yang kecil. adanya perbedaan pada ukuran dan bentuk ini lah
memungkinkan adanya perbedaan cara burung untuk terbang. Pada burung berukuran
kecil burung mengepakkan sayapnya dengan kecepatan yang tinggi hal itu bisa
dilihat pada beberapa jenis burung kecil, seperti burung humingbride, burung
emprit dal lainnya, sedangkan pada burung beukuran besar kebanyakan dari merekan
melakukan gerakkan terbang denga membentangkan sayap mereka di udara. Mereka
lebih mengandalkan lebar sayap mereka untuk mendapatkan gaya tekana udara
keatas dengan dipermudah dengan adanya perbedaan suhu yang terjadi pada udara diatas sayap dan dibawah sayap.
Dengan adanya perbedaan suhu tersebut memungkinkan tekanan udara akan banyak
mengarah keatas sehingga memungkinkan burung tetap melayang diudara. hal lain
dalam aspek kemampuan terbang, burung berukuran kecil, untuk memulai terbang
dia tidak perlu melakukan gerakkan lifting yang berlebihan, lifting bisa
dianggap seperti gerakan gaya keatas yang biasanya dikalukan burung untuk
mendapatkan ayunan pertama dalam mengepakkan sayap untuk memulai terbang. Pada
burung berukuran besar gerakkan lifting ini sangat di pelukan karena ukuran
sayap dan berat tubuhnya yang sangat besar.
Komentar
Posting Komentar